Keistimewaan Anak Perempuan

Besar pahalanya menggembirakan anak perempuan.

Kanak-Kanak Overdose Vitamin

Jadilah sahabat dan pendengar untuk anak anda.

Resepi Bayi

Resepi Menyediakan Makanan Anak Kecil Anda

Genius

Bagaimana anak-anak mempraktikkan perkara dan berfikir secara kritis dan kreatif

Bestnyer Main Buih Sabun

Rangsang perkembangan minda dengan main buih sabun

Impak Kem Motivasi

Impak positif daripada kem motivasi

Senarai Simple Recepi For Breakfast

Pelbagai variasi senarai resepi ringkas

21 Tempat Menarik Di Malaysia

Tempat menarik untuk honeymoon, famili day, release tension dsb

Rabu, 21 Februari 2018

Doa Agar Diperkenankan Menjadi Tetamu Allah s.w.t di Tanah Suci

Menjadi haji Mabrur adalah impian setiap umat Islam di dunia. Pakar faqih mengemukakan bahawa haji mabrur adalah haji yang tidak dikotori dengan kemaksiatan pada ketika melaksanakan ibadatnya, dan banyak lagi definisi lainnya dari para ulama.



Abu Hurairah r.a. berkata, "Nabi ditanya, 'Amal apakah yang lebih utama?' Beliau bersabda, 'Iman kepada Allah dan Rasul-Nya.' Ditanyakan, 'Kemudian apa?' Beliau bersabda, 'Berjuang di jalan Allah.' Ditanyakan, 'Kemudian apa?' Beliau bersabda, 'Haji yang mabrur.

Aisyah Ummul Mukminin r.a. berkata, "Wahai Rasulullah, kami melihat bahwa jihad (berperang) itu seutama-utama amal, apakah kami tidak perlu berjihad?" Nabi saw. bersabda, 'Tidak, bagi kalian jihad yang paling utama adalah haji mabrur." (Dalam satu riwayat: Rasulullah ditanya oleh istri-istri beliau tentang haji, lalu beliau bersabda, "Sebaik-baik jihad adalah haji." 3/221)

Abu Hurairah r.a. berkata, "Saya mendengar Nabi bersabda, 'Barangsiapa yang haji (ke Baitullah 2/209) karena Allah, ia tidak berkata porno dan tidak fasik (melanggar batas-batas syara'), maka ia pulang seperti hari ketika dilahirkan oleh ibunya.'"


Berikut ini salah satu doa agar diberikan kesempatan untuk melaksanakan ibadah Haji dan dijadikan Haji Mabrur:



Allahumma ballighna Makkata wal Madiinata wal 'Arafata wa Rzuqnal  hajjal mabruuro wardha 'anna wahgfirlanaa warhamnaa Anta Maulaana fanshurnaa 'Alal qoumil Kaafiriina

Maksudnya: Ya Allah perkenankanlah kami untuk sampai/hadir ke Mekkah, Madinah, dan Arafah, dan berikanlah kami rezeki menjadi Haji Mabrur, dan redhailah kami, dan ampunilah kami, dan sayangilah kami. Engkaulah kekasih kami, maka tolonglah kami atas golongan orang orang kafir. Aamiin





Amalan dan Doa untuk Mengembalikan Orang Hilang

Amalan dan doa ini saya mengutip dari kitab Mujarrabat Imamiyah. Salah satu kitab kumpulan tajribiyah (eksperimen) ilmu-ilmu dari Imam Ali bin Abi Thalib (sa). Penulisnya Allamah Sayyid Muhammad Ridha Ar-Ridhawi An-Najafi, salah seorang ulama besar, alim dan wara’, keturunan Rasulullah saw dari jalur silsilah Imam Ali Ar-Ridha (sa). Amalan dan doa yang ada dalam kitab ini telah tajrib, dieksperimen, oleh para ulama dan kaum mukminin. Tentunya agar amalan dan doa ini mujarrab, harus didasari oleh keyakinan yang kuat dan niat yang baik serta ikhlas.


Tentang amalan untuk mengembalikan orang hilang atau barang hilang, kitab ini menyebutkan tujuh macam, antara lain:

Pertama: Allamah Sayyid Nikmatullah Al-Jazairi (ra) mengatakan kepada sebagian sahabatnya: jika doa ini didawamkan, dibaca secara istiqamah, dapat mengembalikan orang atau sesuatu yang hilang. 

Doanya sebagai berikut:

يَا جَامِعَ النَّاسِ لِيَوْمٍ لاَ رَيْبَ فِيْهِ اِنَّ اللهَ لاَ يُخْلِفُ الْمِيعَادَ، اِجْمَعْ بَيْنِي وَبَيْنَ 

Yâ Jâmi’an nâsi liyawmin lâ rayba fîhi, innallâha lâ yukhliful mî’ât, ijma’ baynî wa bayna 

“Wahai Yang Mengumpulkan manusia pada suatu hari yang tiada keraguan di dalamnya, sesungguhnya Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya, kumpulkan kembali antara aku dan ….”

Dengan doa ini, Allah swt akan mengumpulkan kembali Anda dengan orang, saudara, atau sesuatu yang hilang. (Mujarrabat Imamiyah: 214)

Catatan: pada titik-titik tersebut sebutkan nama orang yang hilang.

Kedua: Allamah Sayyid Muhammad Ar-Ridhawi mengatakan: hendaknya Anda membaca zikir berikut ini setiap sesudah solat Isya’ sebanyak (125 kali):

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ، لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ بِقُدْرَتِكَ، لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ بِحَقِّكَ، بِحُرْمَتِكَ، بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ.

Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad, lâ ilâha illallâhu biqudratika, lâ ilâha illallâhu bihaqqika, bihurmatika, birahmatika yâ Arhamar râhimîn, Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad.

“Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, tiada Tuhan selain Allah dengan kekuasaan-Mu, tiada Tuhan selain Allah dengan hak-Mu, dengan kemuliaan-Mu, dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih dari semua yang mengasihi; ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.” (Mujarrabat Imamiyah: 215).

Ketiga: surah Abasa, ayat ke 80.

Penulis kitab ini mengutip dari kitab Minhâjul ‘Arifîn, suatu riwayat menyebutkan bahwa membaca surat ‘Abasa mujarrab untuk mengembalikan sesuatu yang hilang. Yakni sesudah membaca surat Abasa membaca doa berikut:

يَا جَامِعَ النَّاسِ لِيَوْمٍ لاَ رَيْبَ فِيْهِ اِنَّ اللهَ لاَ يُخْلِفُ الْمِيعَادَ، اِجْمَعْ بَيْنِي وَبَيْنَ 

Yâ Jâmi’an nâs liyawmin lâ rayba fîhi innallâha lâ yukhliful mi’ât, ijma’ baynî wa bayna 

“Wahai Yang Mengumpulkan manusia pada suatu hari yang tiada keraguan di dalamnya, sesungguhnya tidak Allah pernah mengingkari janji-Nya, kumpulkan kembali antara aku dan ….” (Mujarrabat Imamiyah: 215)

Di sini perlu saya jelaskan bahwa surat dan ayat Al-Qur’an memiliki makna lahir dan makna batin. Di antara makna batinnya adalah kandungan rahsia dan keutamaan di dalamnya untuk hal-hal tertentu, tentunya untuk tujuan yang baik dan positif. 

Memang kadang-kadang nampaknya antara makna lahir dan makna batin suatu surat Al-Qur’an dan seolah-olah tidak saling berkait. 

Tetapi sejatinya itu bukan tidak saling berkait, itu jelas berkaitan, hanya saja kerana keterbatasan ilmu kita tentang makna Al-Qur’an secara lahir dan batin. Buktinya setiap surat Al-Qur’an memiliki keutamaan sebagimana yang disebutkan di dalam hadis-hadis Nabi saw dan Ahlul baitnya (sa)


Get this widget here
Ruang Iklan Untuk Di sewa